Proses Pengiriman Barang Dengan Kapal Laut

Proses Pengiriman Barang Dengan Kapal Laut – Penggunaan Jasa Kargo Laut atau yang dikenal dengan Ekspedisi Muatan Kapal Laut, merupakan pendistribusian/pengiriman barang dengan jumlah sangat besar. Dan jasa kargo Laut sendiri saat ini menjadi opsi terbanyak yang digunakan para pengusaha di Indonesia.

Untuk anda yang ingin menggunakan jasa Kargo laut Namun belum pernah sama sekali menggunakan jasa ini, tentu terasa sangat ribet karena ada beberapa syarat dan dokumen yang harus dipenuhi.

Namun SEbelum membahas tentang hal tersebut mari kita sedikit mengetahui tentang jenis – jenis kontainer yang biasa digunakan dalam pengiriman via kargo Laut.

Menggunakan container kering atau tanpa pendingin (dry container) relatif lebih aman dan lebih praktis. Untuk itu pengiriman yang jumlahnya terbatas (tidak terlalu besar) umumnya diangkut dalam container. Adapun kondisi pengapalan menggunakan container menurut pengirim maupun penerima dibedakan menjadi beberapa berikut ini.

  1. Full Container Load (FCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa muatan yang berada dalam SATU container dikirim oleh SATU Perusahaan Exportir untuk tujuan SATU Perusahaan Importir pada salah satu negera tujuan. Untuk biaya pengiriman dihitung berdasarkan per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
  2. Full Container Load (FCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa muatan dalam SATU container dikirim oleh SATU perusahaan Exportir dengan tujuan lebih dari SATU perusahaan importir di negara tujuan. Biaya pengirimannya juga dihitung per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
  3. Less Container Load (LCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container dikirim beberapa perusahaan eksportir sekaligus dari negara asal yang sama, dengan tujuan beberapa perusahaan importir di negara yang sama pula. Adapun ongkos pengirimannya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.
  4. Less Container Load (LCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container sekaligus dikirimkan oleh sejumlah perusahaan eksportir kepada SATU perusahaan importir. Biaya pengiriman umumnya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, atau tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.

Dalam hal ini maskapai pelayaran telah menyediakan cargo kapal cepat dengan rute (trayek) ke sejumlah negara secara periodic. Untuk mendapatkan informasi detail terkait rute yag ditetapkan masing-masing makapai, pihak eksportir bisa menghubungi sejumlah maskapai pelayaran yang diinginkan.

Nah udah tahu beberapa jenis kontainer yang digunakan sekarang saatnya mengetahui proses pengiriman barang dengan kapal laut.

 

proses pengiriman barang dengan kapal laut

  1. Proses Packing Pengiriman Barang

Proses pengiriman barang dengan kapal laut pertama yang harus Anda lakukan yaitu proses packing. Dimana proses ini salah satu proses yang terbilang cukup mudah. Tetapi banyak sekali customer yang akan melakukan proses pengiriman barang tidak memperhatikan pengepakannya. Sebab hal tersebut harus diperhatikan, karena akan mengakibatkan kerusakan pada barang yang akan dikirimkan. Tentunya hal itu terjadi atas kesalahan pengirim, untuk petugas pengiriman tidak bertanggung jawab atas packing atau pengepakan yang dilakukan pengirim. Dengan demikian sebaiknya Anda lebih telaten pada saat melakukan proses packing sebelum diserahkan pada petugas pengiriman barang.

  1. Proses Pelengkapan Dokumen Pengiriman Barang

Setelah Anda selesai melakukan pengepakan atau packing barang, proses pengiriman barang dengan kapal laut yang kedua adalah Anda diharuskan melengkapi dokumen-dokumen pengiriman barang. Dokumen yang dimaksud adalah surat-surat resmi seperti identitas pengirim maupun penerima juga termasuk data-data pada identitas barang. Karena tidak semua barang memiliki jenis, berat, atau tipe yang sama. Dengan begitu pada proses pengiriman barang ini dilakukan untuk mengetahui kejelasan terhadap barang yang akan dikirim.

  1. Proses Pengurusan Asuransi Pengiriman Barang

Selain Anda melakukan pengajuan dokumen data pengiriman barang, Anda pun perlu mengurus asuransi pengiriman. Adanya asuransi pengiriman ini merupakan jenis perlindungan terhadap barang-barang Anda yang akan dikirimkan ke tempat tujuan. Memang sebenarnya asuransi ini dikhususkan terhadap barang-barang yang memiliki nilai jual tinggi. Namun, tidak masalah juga jikalau Anda melakukan pengurusan asuransi untuk kepentingan dan perlindungan barang kiriman Anda.

  1. Proses Pengiriman Barang

Proses berikutnya yang dilakukan adalah proses pengiriman barangnya. Pengiriman ini berlangsung beberapa hari dilakukan tergantung pada jaraknya. Terlebih lagi pada proses pengiriman barang antar pulau, pastinya bukan hanya sekedar melihat jarak saja. Tetapi cuaca pun tetap diperhitungkan karena, proses pengiriman barang antar pulau ini benar-benar selalu memperhatikan cuaca yang berlangsung. Bilamana cuaca sedang buruk tentunya akan memperlambat datangnya barang kiriman ke tempat tujuan.

  1. Proses Penerimaan Barang

Proses selanjutnya yaitu setelah ada proses pengiriman tentu akan ada pula proses penerimaan. Dimana proses penerimaan tergantung pada pilihan Anda saat melakukan pengajuan pengiriman barang pada jasa layanan ekspedisi pengiriman barang. Bilamana Anda memilih untuk langsung door to door maka pengiriman barang secara langsung akan dikirimkan sesuai adanya data identitas sang penerima. Namun, jika memilih untuk mengambilnya sendiri ke perusahaan ekspedisi pengiriman barang.

 

Maka Anda hanya menggunakan nomer resinya saja untuk diserahkan kepada petugas ekspedisi pengiriman barang.

Cara Memilih Layanan Pengiriman Mobil Jakarta

Views:
7
Article Tags:
Article Categories:
Belajar Kargo

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *